Pada tahun
1990 didirikan dengan nama PT Panganjaya intikusuma. Membentuk
perusahaan patungan 51:49 dengan Seven-Up Netherlands B.V., perusahaan afiliasi
PepsiCo Inc. untuk memasuki industri makanan ringan (Usaha patungan tersebut
telah ditransfer ke ICBP pada tahun 2010 sebagai bagian dari restrukturisasi
Grup CBP).
Tahun 1994 Berganti
nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.
IPO sebanyak 763 juta saham dengan harga nominal Rp1.000 per saham,
tercatat di Bursa Efek Indonesian (“BEI”).
Tahun 1995 mengakuisisi pabrik penggilingan gandum Bogasari. Tahun 1996
melaksanakan pemecahan saham dengan perbandingan 1 : 2. Tahun 1997 mengakuisisi
80% saham group perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan, agribisnis dan
distribusi.
Tahun 2004
mengakuisisi 60% saham perusahaan kemasan karton. Tahun 2005 membentuk
perusahaan patungan dengan Nestle SA
untuk pemasaran produk-produk kuliner. Mengakuisisi perusahaan
perkebunan di Kalimantan Barat. Mengakuisisi Convertible Bonds yang diterbitkan
oleh perusahaan perkapalan, setara dengan 90,9% kepemilikan saham.
Tahun 2006 Mengakuisisi
55,0% saham perusahaan perkapalan, Pacsari Pte. Ltd. (”Pacsari”). Mengakuisisi
beberapa perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. Tahun 2007 Mengakuisisi
60% kepemilikan saham di perusahaan perkebunan yang dimiliki oleh Rascal
Holding Limited. Partisipasi dalam pengeluaran saham baru PT Mitra Inti Sejati
Plantation dan memiliki 70% kepemilikan. Mengakuisisi 64,4% kepemilikan saham
Lonsum. Mencatatkan
saham Grup Agribisnis di Bursa Efek Singapura dan menempatkan saham baru.
Menambah sebesar 35% kepemilikan saham di perusahaan perkapalan Pacsari,
menjadi 90% kepemilikan.
Tahun 2008 Partisipasi
dalam penerbitan saham baru PT Lajuperdana Indah, dengan kepemilikan sebesar
60%. Mengakuisisi 100% saham Drayton Pte. Ltd., yang
memiliki secara efektif 68,57% saham di PT Indolakto (“Indolakto”), sebuah
perusahan dairy terkemuka. Mengakuisisi seluruh kepemilikan beberapa perusahaan
perkebunan yang memiliki fasilitas bulking.
Tahun 2009 Restrukturisasi
internal Grup CBP dimulai dengan pembentukan ICBP dan pemekaran kegiatan usaha
mi instan dan bumbu, yang diikuti dengan penggabungan usaha seluruh anak perusahaan
di Grup CBP, yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan ke dalam ICBP.
Tahun 2010 Menyelesaikan
restrukturisasi internal Grup CBP melalui pengalihan kepemilikan saham anak
perusahaan di Grup CBP dengan jumlah kepemilikan kurang dari 100% ke ICBP.
Selanjutnya, melakukan pencatatan saham ICBP di BEI pada tanggal 7 Oktober
2010. Meningkatkan kepemilikan saham Pascari sebesar 10% menjadi 100%
kepemilikan.
Pada tanggal 9 Juni 2011, SIMP, entitas anak langsung
dan tidak langsung Perseroan, melaksanakan IPO dan mencatatkan sahamnya di BEI. Tahun 2012 ICBP
mendirikan dua perusahaan patungan dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia
Pte. Ltd. (“Asahi”) untuk memasuki pasar minuman non-alkohol di Indonesia.
Tahun 2013 Grup
Agribisnis (melalui SIMP dan Lonsum) melakukan akuisisi yang secara efektif
sebesar 57,7% atas saham PT Mentari Pertiwi Makmur, perusahaan investasi yang
memiliki saham di PT Sumalindo Alam Lestari, yang bergerak di bidang usaha
penanaman hutan industri. Grup Agribisnis mengakuisisi 50% saham Companhia
Mineira de Açúcar e Álcool Participações, perusahaan gula dari Brasil. ICBP,
melalui entitas patungannya dengan Asahi, mengakuisisi PT Prima Cahaya
Indobeverages (“PCIB”), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Pepsi-Cola
Indobeverages, perusahaan bottler eksklusif minuman berkarbonasi merek-merek
Pepsi dan minuman sari buah. Grup Agribisnis dan First Pacific Company Limited
membentuk perusahaan patungan 30:70 untuk melakukan investasi atas 34%
kepemilikan saham Roxas Holdings Inc., perusahaan gula terintegrasi yang
terbesar di Filipina. Mengakuisisi 82,88% saham CMFC, sebuah perusahaan
pemrosesan sayuran terintegrasi di Cina, yang sahamnya tercatat di Bursa Efek
Singapura.
Tahun 2014 Melalui
anak perusahaan patungannya, ICBP dan Asahi melakukan akuisisi aset yang
terkait kegiatan usaha air minum dalam kemasan, termasuk merek Club.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar